Catatan Harian... Untuk apa?

Mungkin sebagian dari teman-teman yang memiliki hobi menulis sering menuangkan tulisannya dalam buku harian. Tujuannya mungkin berbeda-beda, bisa saja agar tidak kerepotan ketika lupa, curhat pada buku harian, atau hanya sekedar iseng saja.

Buku harian biasanya merupakan catatan kendali untuk memantau sampai mana kita telah berjalan menuju perubahan. Jadi, siapkan satu buku kecil untuk mencatat progres harian setelah kita memutuskan untuk berubah. Tidak perlu menulis panjang-panjang kecuali teman-teman memang suka, asalkan teman-teman menulis.


Kita juga dapat memilih seseorang yang kita percaya untuk membaca catatan tersebut. Tentu saja bukan orang dengan kebiasaan buruk yang sama dengan kita. Pilihlah orang yang netral dan tidak menghakimi kebiasaan burukmu atau niatmu untuk berubah, namun sangat mendukung inisiatifmu. kontrol dari luar akan membantu menyelaraskan misi terhadap visi, juga dapat memberikan masukan untukmu ketika melenceng.

Misalnya, teman-teman mempunyai visi untuk bangun pagi, meninggalkan kebiasaan lama yang sering bangun siang. Maka, catatlah jam bangun kita hari ini. kalau pun semisal masih bangun pukul tujuh atau enam pagi, tuliskanlah apa adanya. Jangan lupa tuliskan misi-misi kita untuk bangun lebih pagi di esok hari, seperti mengatur alarm yang berbunyi pada pukul lima atau malah rentetan alarm dari pukul empat hingga enam pagi dengan jeda 15 atau 30 menit. Tuliskan juga jam tidur teman-teman. lalu, catatlah pada pukul berapa alarm tersebut dapat membuka mata kita.

Contoh lainnya, anggaplah kita sebagai orang yang pemalu dan tidak pandai bergaul dengan orang lain tetapi kita ingin berubah menjadi pribadi yang lebih ramah dan dapat berteman dengan siapa saja. Kamu sudah menulis langkah apa saja yang akan kita jalani untuk berubah, atau target alias misi yang akan kamu capai. Maka tulislah dalam catatan harian, apakah teman-teman sudah mulai membuka pembicaraan terlebih dahulu dengan orang lain dan bagaimana reaksi mereka. Jika reaksi mereka negatif, mungkin mereka tidak nyaman diajak bicara, maka tulislah. Tapi, jangan berkecil hati jika ternyata respons mereka tidak sesuai dengan apa yang teman-teman harapkan. Setidaknya teman-teman telah menyelesaikan satu tugas yang sebelumnya tidak pernah teman-teman lakukan, yaitu membuka obrolan pertama kali dan itu merupakan progres yang hebat!

Dikuti dari alodokter.com, Buku harian biasanya ditulis dengan menggunakan kalimat ekspresif. Tulisan ekspresif sendiri merupakan tulisan yang berkaitan dengan pikiran dan perasaan, yang timbul dari pengalaman hidup. Cara penulisan ini sangat bebas, tanpa memperhatikan bentuk penulisan seperti ejaan, tata bahasa, dan aturan menulis lainnya.

Oleh sebab itulah, menulis buku harian dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan, seperti:

1. Meredakan stres

Ketika kamu dilanda begitu banyak masalah yang membuatmu stres dan cemas, cobalah untuk mencurahkan segala kegelisahanmu di dalam buku harian.

Rutin melakukan aktivitas ini akan membuat pikiran menjadi lebih rileks dan mengurangi beban pikiran yang mengganjal di hatimu. Dengan begitu, suasana hati kamu pun berangsung-angsur akan menjadi lebih baik.

Menuangkan perasaan di dalam buku harian juga baik untuk memperbaiki kondisi mental bagi orang yang memiliki gangguan mental, seperti depresi, bipolar, gangguan kecemasan, gangguan makan, hingga skizofrenia.

2. Membuat tidur lebih nyenyak

Kegelisahan dan kecemasan yang kamu rasakan dapat membuat tidurmu terganggu. Nah, kamu bisa meluapkan perasaan tersebut pada buku harian sebelum tidur untuk mengurangi rasa gelisah yang kamu rasakan dan membuat tidurmu lebih nyenyak.Saat menulis buku harian, coba fokuskan pada hal-hal positif yang kamu rasakan, misalnya tentang apa yang kamu syukuri dalam hidupmu.

Menurut sebuah penelitian, menuliskan hal-hal yang positif dapat membuat perasaanmu menjadi lebih tenang dan damai, sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Dengan begitu, tidurmu akan menjadi lebih berkualitas.

3. Mengenal diri sendiri

Apakah kamu merasa hidupmu monoton dan tidak semangat menjalani aktivitas tanpa tahu alasannya? Bisa jadi ini dikarenakan kamu belum benar-benar mengenal dirimu sepenuhnya. Agar kamu bisa lebih mengenal diri sendiri, cobalah untuk menulis buku harian.

Dengan rutin menulis, kamu akan lebih mengetahui hal-hal yang kamu sukai, syukuri, dan angan-angan atau cita-cita yang ingin kamu capai. Bila demikian, kamu akan lebih mengenal karaktermu sendiri dan lebih yakin dalam menentukan apa yang ingin kamu capai dalam hidup.

4. Menyelesaikan masalah dengan baik

Hidup manusia tidak lepas dari masalah dan ujian, baik soal pekerjaan, keluarga, atau asmara. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menyesaikan setiap masalah. Ada yang bisa menghadapinya dengan baik, namun ada pula yang justru semakin tenggelam dengan masalah tersebut.

Untuk membantu kamu menghadapi masalah dengan baik, kamu bisa mencurahkan segalanya dalam buku harian. Dengan rutin menulis buku harian, kamu akan lebih mudah mengenali pemicu dan penyebab masalah, serta mempelajari cara untuk menghadapinya dengan lebih baik.

Aktivitas ini juga akan memberikan kesempatan kamu untuk berpikir lebih positif dan menjauhi pikiran negatif. Dengan begitu, kamu dapat menemukan jalan keluar dari masalah dengan baik.

Meskipun buku harian terpandang remeh, tetapi sangat penting untuk memantau dan mengendalikan progres yang kita jalani disamping memiliki banyak manfaat. Termasuk ketika Relapse, kita perlu mencatatnya dengan penyebab dan apa yang terjadi kemudian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Warna menurut para Ahli

Manfaat Membaca Surat Al-Kahf

Guernica: Ketika Tulisan Teriak