Teori Warna menurut para Ahli
Seberapa sering anda melihat warna ? tahu bagaimana warna tersebut terjadi ? dan apa sih teori warna itu? Tanpa di sadari teori warna itu merupakan suatu pengetahuan umum yang sangat bermanfaat jika dipahami lebih mendalam di bidang apapun Karena warna adalah salah satu unsur benda yang sangat diapresiasi dengan baik oleh publik. Manfaat dan fungsi dari mempelajarinya sendiri sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
Dengan teori warna maka proses terjadinya warna akan di ungkap disini sehingga dapat membuat perspektif baru bagi kita dalam mengapresiasi warna. Teori warna yang biasa digunakan pada studi desain dan seni rupa (color harmony, dimensi warna, dll)
Pengertian warna
Sebelum kita membahas teori warna menurut para ahli kita harus memahami terlebih dahulu apa pengertian dari warna.
Dikutip dari Wikipedia, Warna atau rona adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.
Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya.
Teori warna menurut para ahli
Teori Sir Isaac Newton
Teori warna pertama yang dikemukakan oleh Sir Isaac Newton. Beliau telah melakukan percobaan serta mendapatkan sebuah kesimpulan dimana apabila dilakukan pemecahan pada warna spektrum yang dihasilkan dari sinar matahari, maka akan ditemukan berbagai warna yang beragam.
Warna ini sendiri terdiri dari warna merah, jingga, kuning, biru, serta ungu. Berbagai warna yang diungkapkannya tersebut juga dapat kita lihat pada pelangi.
Teori Munsell
Teori warna kedua yaitu oleh Munsell yang dikemukakan pada tahun 1858. Pada teorinya, beliau menyelidiki warna dengan standar warna untuk aspek fisik serta aspek psikis.
Perbedaan dari teori ini sendiri dengan kedua teori sebelumnya, Munsell menyatakan warna pokok yang ada terdiri dari warna merah, kuning, hijau, biru serta jingga. Dan sedangkan warna sekundernya sendiri terdiri atas warna jingga, hijau muda, hijau tua, biru tua serta nila.
Kelompok warna tersebut disusun dalam sebuah lingkaran warna brewster yang menjelaskan mengenai teori komplementer, split komplementer, triad, serta tetrad.
Teori Brewster
Teori warna yang ketiga yaitu oleh Brewster yang pertama kali diungkapkan pada tahun 1831. Pada teorinya ini, beliau menyederhanakan warna yang ada menjadi empat kelompok warna yang terdiri dari primer, sekunder, tersier, serta warna netral.
Teori Brewster yang juga disebut sebagai lingkaran warna ini hingga sekarang juga masih banyak digunakan, khususnya pada dunia seni rupa.
Seberapa pentingsih untuk kita belajar teori warna?
Dikutip dari Gramedia.com,Aspek warna yang menjadi salah satu komponen penting ketika kita membuat sebuah produk, logo, maupun desain tertentu untuk menggambarkan sesuatu.
Warna menurut Design and Promote juga digunakan untuk menciptakan ide, mengekspresikan sebuah pesan, menumbuhkan minat orang, serta membangkitkan emosi dari penggunanya.
Oleh sebab itu, teori warna menjadi penting untuk digunakan sebagai salah satu pedoman yang harus dipegang dan diimplementasikan oleh seorang desainer.
99Designs juga mengungkapkan bahwa teori warna juga memegang peranan penting dalam kegiatan branding, marketing, hingga penjualan dari sebuah produk.
Dengan mengetahui teori warna yang berhubungan dengan warna itu sendiri serta skema warna, kita juga dapat membuat keputusan yang baik untuk membangun citra brand yang sesuai dan juga efektif melalui desain.
Semoga bermanfaat...

Komentar